“Sejak tahun 2009, UNESCO telah
menuliskan Paper Cutting sebagai Wujud Warisan Budaya Kemanusiaan dengan ribuan
tahun sejarah”
Asal mula seni menggunting kertas atau Jianzhi
berasal dari era penemuan kertas oleh Chai
Lun. Jianzhi ini pada awalnya digunakan dalam seni mengunting kertas pasa
saat perayaan Tahun baru Cina atau yang lebih di kenal dengan Imlek.
Karena hasil dari potongan kertas selalu berakhir dengan keindahan maka
sering sekali disebut "chuāng
huā" (窗花)" yang artinya karangan bunga untuk jendela, karena pada jaman itu
mereka sering meletakan nya di jendela kaca atau pintu masuk rumah mereka. Jianzhi
ini kemudian diperkenalkan pada dinasti
Han, yang dilakukan oleh sekelompok masyarakat Tionghoa untuk menghias
rumahnya, mereka menganggap Jianzhi sebagai perhiasan
kertas.
Seiring waktu, pada jaman Dinasti Song terdapat orang Terpelajar ( yang untuk sekarang bergelar Sarjana ) bernama Chou mi. Dia menyempurnakan Jianzhi dengan mengunakan mata pisau silet untuk mengambar huruf Mandarin, bunga bahkan Cerita dan wajah manusia. Jianzhi yang ditemukan di kota Xin Jiang China pada abad ke-6 ini menjadi tradisi turun-temurun. Pada abad ke-13 seni menggunting kertas ini telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Cina. Kemudian kesenian ini menyebar ke seluruh dunia pada abad ke-14. Pada jaman Dinasti Ching seni menggunting kertas berkembang dengan mengunakan kertas berwarna, sehingga memiliki banyak variatif dan warna yang indah, dan pada akhir jaman Dinasti Qing, Pemerintah RRC mendirikan sekolah kesenian menggunting kertas pada tahun 1980. Dalam beberapa kondisi bagian propinsi Tiongkok Seni mengunting kertas atau Jianzhi adalah aktivitas kesenian wanita tradisional. Di masa lampau, setiap gadis di haruskan mampu menguasai seni mengunting kertas ini untuk memperlihatkan kemampuannya dalam mengurus rumah tangga kepada calon suaminya ketika wanita tersebut ingin menikah. Sementara Seni mengunting kertas secara profesional, lebih cenderung di kuasai para pria karena dapat memberi pemasukan yang baik untuk kehidupan sehari-hari nya. Dan sekarang seni menggunting kertas atau Jianzhi bisa di kategorikan sebagai 2 dimensi ( cara tradisional ) atau 3 dimensi ( modernisasi ) tak hanya sekedar mengunting, mengaplikasikan lebih dari satu kertas dan satu warna sehingga kerajinan tradisional ini telah berkembang menjadi salah satu bentuk jenis seni yang dianut oleh seniman yang di hormati dan kolektor yang ada di seluruh dunia.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar