Kamis, 23 Januari 2014

love details




@2013







Thank you  to all sweet client
\(^_^)/

Paper Cutting books

Paper Cutting { basic }
Soft cover, 82 pages + inspiration gallery
ISBN : 978-602-14585-2-5
IDR 150.000















Buku ini praktis membuat anda naik level ! ( based on my works )
Melihat teknik Cutting yang tak pernah di bicarakan.
Mengulas lengkap Paper Cutting yang ternyata bisa di
kuasai secara otodidak.
Dan menyaksikan bagaimana dunia mengakui nya
Buku tentang “A timeless art”
Just for the eksklusive people

Seni adalah segala sesuatu yang dilakukan orang,
bukan atas dorongan kebutuhan pokoknya, melainkan karena
kehendak kemewahan, kenikmatan, ataupun kebutuhan spiritual.

Rabu, 22 Januari 2014

cutterART© ( all about paper cutting )

 
 
“Sejak tahun 2009, UNESCO telah menuliskan Paper Cutting sebagai Wujud Warisan Budaya Kemanusiaan dengan ribuan tahun sejarah”

Asal mula seni menggunting kertas atau Jianzhi berasal dari era penemuan kertas oleh Chai Lun. Jianzhi ini pada awalnya digunakan dalam seni mengunting kertas pasa saat perayaan Tahun baru Cina atau yang lebih di kenal dengan Imlek.  Karena hasil dari potongan kertas selalu berakhir dengan keindahan maka sering sekali disebut "chuāng huā" (窗花)" yang artinya karangan bunga untuk jendela, karena pada jaman itu mereka sering meletakan nya di jendela kaca atau pintu masuk rumah mereka. Jianzhi ini kemudian diperkenalkan pada dinasti Han, yang dilakukan oleh sekelompok masyarakat Tionghoa untuk menghias rumahnya, mereka menganggap Jianzhi sebagai perhiasan kertas.

Seiring waktu, pada jaman Dinasti Song terdapat orang Terpelajar ( yang untuk sekarang bergelar Sarjana ) bernama Chou mi. Dia menyempurnakan Jianzhi dengan mengunakan mata pisau silet untuk mengambar huruf Mandarin, bunga bahkan Cerita dan wajah manusia. Jianzhi yang ditemukan di kota Xin Jiang China pada abad ke-6 ini menjadi tradisi turun-temurun. Pada abad ke-13 seni menggunting kertas ini telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Cina. Kemudian kesenian ini menyebar ke seluruh dunia pada abad ke-14. Pada jaman Dinasti Ching seni menggunting kertas berkembang dengan mengunakan kertas berwarna, sehingga memiliki banyak variatif dan warna yang indah, dan pada akhir jaman Dinasti Qing, Pemerintah RRC mendirikan sekolah kesenian menggunting kertas pada tahun 1980. Dalam beberapa kondisi bagian propinsi Tiongkok Seni mengunting kertas atau Jianzhi adalah aktivitas kesenian wanita tradisional. Di masa lampau, setiap gadis di haruskan mampu menguasai seni mengunting kertas ini untuk memperlihatkan kemampuannya dalam mengurus rumah tangga kepada calon suaminya ketika wanita tersebut ingin menikah. Sementara Seni mengunting kertas secara profesional, lebih cenderung di kuasai para pria karena dapat memberi pemasukan yang baik untuk kehidupan sehari-hari nya. Dan sekarang seni menggunting kertas atau Jianzhi bisa di kategorikan sebagai 2 dimensi ( cara tradisional ) atau 3 dimensi ( modernisasi ) tak hanya sekedar mengunting, mengaplikasikan lebih dari satu kertas dan satu warna sehingga kerajinan tradisional ini telah berkembang menjadi salah satu bentuk jenis seni yang dianut oleh seniman yang di hormati dan kolektor yang ada di seluruh dunia.